Tantangan di masa pandemik bagi dunia pendidikan sangatlah besar. Pendidik maupun peserta didik diharuskan untuk melakukan pembelajaran secara jarak jauh (PJJ). Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) mendorong kegiatan tersebut dengan merealisasikan program Merdeka Belajar dengan memanfaatkan berbagai program baik melalui jaringan internet maupun teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

SMP Negeri 2 Ungaran merupakan salah satu sekolah yang telah memanfaatkan media pembelajaran berbasis internet sejak awal masa pandemik. Google Classroom, Google Meet, dan WhatsApp merupakan media yang dipilih untuk melaksanakan PJJ. Selama pandemik peran orang tua menjadi salah satu faktor utama yang dapat mendukung dan menjaga siswa untuk terus memaksimalkan pembelajaran jarak jauh.

 

Pada ajang kompetisi Pekan Ilmiah dan Kewirausahaan Karangturi (PIKK), SMP 2 Ungaran menjadi salah satu sekolah yang tergabung dalam kompetisi tersebut. PIKK dilaksanakan pada tanggal 22-26 Februari 2021.  Kompetisi ini diikuti oleh 42 peserta nasional dan  23 peserta internasional. SMP Negeri 2 Ungaran mengirimkan 2 tim perwakilan siswa yang tergabung dalam ekstrakulikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR) untuk mengikuti ajang kompetisi PIKK tingkat Nasional. Tim satu beranggotakan Ainur Pinandita dan Alya Julie Pramana, memamerkan karyanya yang berjudul “Pemanfaatan Kulit Singkong dan Limbah Kertas Menjadi Kertas Tahan Api”. Sedangkan Keiko Neriya Krisna, Allesandra Putri Carissa, dan Adhlia Anindya Laksita sebagai anggota tim dua memamerkan karya inovasinya yang berjudul  “TISAN (Tisu Anti Nyamuk dari Serai)” atau dalam bahasa ilmiah Andropogon nadarus l”. Sistem penjurian dalam kompetisi ini dilakukan berdasarkan kategori tingkat nasional dan internasional.

Tim satu perwakilan SMP Negeri 2 Ungaran berhasil menyabet juara 2 silver tingkat Nasional dengan karya ilmiah yang berjudul “Pemanfaatan Kulit Singkong dan Limbah Kertas menjadi Kertas Tahan Api”. Mereka mampu mengimplementasikan materi di sekolah dengan menciptakan Kertas Tahan Api dengan memanfaatkan limbah kertas dan limbah kulit singkong. Meskipun tim 2 belum berhasil membawa pulang tropi, tetapi mereka mampu menunjukkan karya inovasinya dengan sangat vasih  dan dipamerkan dalam PIKK tingkat Nasional tersebut.

 Siswa SMP Negeri 2 Ungaran juga berhasil membuktikan bahwa di masa pandemik tidak menjadi kendala untuk terus berinovasi dan berkarya. Kedua tim tersebut menuangkan karya dan inovasinya menjadi salah satu produk yang dipamerkan dalam pekan ilmiah setelah melihat permasalahan yang muncul di lingkungannya. Tim Kertas Tahan Api mendapatkan ide tersebut setelah melihat kasus dari keluarganya yang mengalamai kebakaran rumah dan merenggut sertifikat tanah. Tim TISAN mendapatkan ide tersebut setelah melihat bahwa tanaman serai sangat berlimpah di lingkungan sekitar dan kurang dimaksimalkan, terlebih manfaat serai sebagai tanaman penolak nyamuk sudah terbukti ampuh.

Harapannya kedepan potensi kreativitas siswa dapat dikembangkan dengan mengikuti kegiatan semacam ini meskipun di situasi pandemik. Orang tua siswa juga sangat berperan besar atas keberhasilan siswa selama mengikuti PJJ. Materi yang diperoleh siswa selama di sekolah akan lebih terserap secara maksimal jika siswa bisa mengimplementasikannya dalam karya inovasi yang bisa menjawab tantangan di sekitar lingkungannya.

Selain itu SMP Negeri 2 Ungaran sangat mendukung kegiatan Merdeka Belajar bagi siswa siswi nya. Terlebih untuk menjawab tantangan di era mendatang, terciptanya perkembangan peradaban yang terus berkelanjutan untuk berkarya dan memaksimalkan kreativitas siswa sekolah di masa pandemic dan di masa yang akan datang.

NADIVA RAHMA DEWI, S.Pd / science teacher.

File Penghargaan :

Loader Loading...
EAD Logo Taking too long?
Reload Reload document
| Open Open in new tab

Download [67.13 KB]